Yogyakarta, CocoteIndonesia – Indonesia banyak sekali mengukir perbedaan di jaman yang makin maju atas intelektualitas dari bangsanya sendiri. Dari zaman hitam putih sampai dengan tahun kuda politik di 2014 ini tentunya. Ukiran yang menjadi perbedaan bisa dilihat dari berbagai dimensi kehidupan yang ada. Dimensi inilah yang juga turut mempengaruhi perkembangan rakyat sang garuda yang konon sudah sedari Bung Karno memproklamasikan untuk kemerdekaan Negerinya.
Sudut
pandang dalam menilai sejarah pun tertuang dari berbagai opini, bahasa, kata –
kata, untaian kalimat, tuturan yang berbeda – beda pula. Sudut pandang inilah
yang juga menjadi acuan perbedaan dari tahun ke tahun, dari Negeri Indonesia
yang masih dalam tahap perkembangan sampai tahap perkembangan yang hanya naik
sekian persen. Mungkin, masih butuh berpuluh – puluh tahun untuk mencapai
kategori atau nominasi Negara Maju itu. Butuh berjuta – juta pula kesan yang
dapat dibentuk untuk menjadikan Indonesia Negara Maju. Maka akan tercipta,
milyaran kata – kata, serta ungkapan terhadap perubahan yang menjulang tinggi
untuk Indonesia Raya itu.
Seperti
halnya yang diungkapkan Pak Parmaji, seorang yang berpenampilan cukup trendy yang tetap menampakkan usianya
yang sudah makin menua. Parmaji mengukir kalimat yang menjadi perbedaan antara
Indonesia yang sekarang dengan Indonesia di zaman Soeharto dan Soekarno
menggenggamnya. Berikut adalah video yang dapat mewakili tulisan kami dan opini
dari Bapak Parmaji.

0 komentar:
Posting Komentar