Diberdayakan oleh Blogger.

Minggu, 11 Mei 2014

Tagged under: , ,

Budaya Tato : "Think Before You Ink"

CocoteIndonesia, - Tatto, seperti yang kita ketahui adalah “gaya” dalam melukiskan gambar, tulisan, dan sejenisnya yang menjadikan kulit kita sebagai medianya. Di Indonesia tentunya, Negara yang memiliki “sense” sebagai Negara Islam, yang dikarenakan islam di Negara tersebut menjadi sebuah komditi yang populer, sangat menjamur, dan cukup mendominasi. Hal ini menjadikan budaya tattoo menjadi hal yang begitu tabo, khususnya bagi mereka yang memeluk erat ideology agama islam tentunya. Hal ini juga menyebabkan banyak pendapat yang keluar dari banyak pihak juga dalam menanggapi masalah tatto, seperti beberapa anggapan dari kalangan masyarakat bahwa budaya tattoo, atau bertatto itu adalah sebuah dosa.

Ilustrasi


Namun, saya disini tidak akan berbicara soal agama, karna masih begitu banyak perselisihan pendapat menganai hokum halal dan haram nya dari sebuah “budaya tattoo” atau bertatto ini. Oleh karena itu, saya hanya mau mengangkat permasalahan tattoo dalam ruang lingkup di indonesia khususnya. Pada nyatanya, Tattoo di Indonesia sendiri sudah ada dalam kalangan masyarakat yang masih memiliki atau memegang teguh ideologi suatu adat atau masyarakat dari sebuah budaya suatu suku yg ada.

Lalu, pada hakikatnya, orang membuat tattoo tentu pasti ada alasanya. Ada beberapa kalangan yang menganggap bahwa tattoo adalah sebuah simbol, cerita, penggambaran, harapan, doa, sebuah identitas kelompok, dan ada pula yang menganggap bahwa tattoo itu adalah sebuah perhiasan. Tattoo sebagai perhiasan? Mungkin agak terdengar aneh bagi kalian khususnya yang masih merasa bahwa Tatto adalah sebuah hal yang asing, tapi memang begitulah kenyataan yang ada di era sekarang ini. Banyak kalangan yang memiliki argument ini untuk memilih tattoo sebagai perhiasan. Mengapa dikatakan sebagai perhiasan? Tentu, tattoo memiliki nila jual dan harga yang begitu bervariatif, bukan hanya desainnya saja. Oleh karena itul tattoo yang bagus adalah tattoo yg mahal. Lalu, di luar itu semua, tattoo tidak bisa di curi ataupun hilang, tidak seperti perhiasan lainnya, yang dapat dirampas, dan hilang begitu saja. Ya jelas, karena perhiasan tattoo ini sudah melekat dikulit seseorang yang memilikinya.

Selain itu pula, Tattoo yang dikatakan bisa sebagai perhiasan ini, tentu dapat di tempatkan di bagian tubuh yg di senangi atau di sukai, dan untuk masalah bentuk gambar tattoo pun bisa disesuaikan dengan keinginan sendiri. Hal ini kemudian menimbulkan sebuah perspektif baru mengenai Tatto, bahwa dengan Tattolah, seseorang dapat dibedakan dengan orang lain, karena dengan Tatto, seseorang merasa memiliki sebuah identitas “pembeda” dengan orang lain.

Semua tattoo sebenarnya mempunyai nilai makna dan cerita, tetapi ada juga sebagian kalangan yang asal mengasal  mentattookan badannya hanya untuk ajang pamer dan “gaya-gaya’an”, dan itu pun tentu banyak kita jumpai sekarang ini, yang pada biasanya, di akhir cerita mereka pun menyesal, mengapa memasang tattoo macam itu hanya untuk tujuan seperti itu. Think before you ink”, mungkin beberapa dari kalian sering kali membaca ataupun mendengar kalimat itu, dan kalimat tersebut memang benar, seharusnya bagi masyarakat Indonesia, khususnya para kaum muda dan remaja yang masih dalam masa mencari jati dirinya berfikir dahulu sebelum bertattoo, yang dari pada akhirnya hanya akan menjadi penyesal dan lain lain.(agni)

0 komentar:

Posting Komentar