CocoteIndonesia,
- Tatto, seperti yang kita
ketahui adalah “gaya” dalam melukiskan gambar, tulisan, dan sejenisnya yang
menjadikan kulit kita sebagai medianya. Di Indonesia tentunya, Negara yang
memiliki “sense” sebagai Negara Islam, yang dikarenakan islam di Negara
tersebut menjadi sebuah komditi yang populer, sangat menjamur, dan cukup
mendominasi. Hal ini menjadikan budaya tattoo menjadi hal yang begitu tabo,
khususnya bagi mereka yang memeluk erat ideology agama islam tentunya. Hal ini juga
menyebabkan banyak pendapat yang keluar dari banyak pihak
juga dalam menanggapi masalah tatto,
seperti beberapa anggapan dari kalangan masyarakat bahwa budaya
tattoo, atau bertatto itu adalah sebuah dosa.
Namun, saya disini tidak
akan berbicara soal agama, karna masih begitu banyak perselisihan pendapat menganai hokum halal dan haram nya dari sebuah “budaya tattoo” atau bertatto ini. Oleh karena itu, saya
hanya mau mengangkat
permasalahan tattoo dalam ruang lingkup di
indonesia khususnya.
Pada nyatanya, Tattoo di Indonesia sendiri sudah ada dalam kalangan masyarakat yang masih memiliki atau memegang teguh
ideologi suatu adat atau masyarakat dari
sebuah budaya suatu suku yg ada.
Lalu, pada hakikatnya, orang
membuat tattoo tentu pasti ada alasanya. Ada beberapa kalangan yang
menganggap bahwa tattoo adalah sebuah simbol, cerita,
penggambaran, harapan, doa, sebuah identitas kelompok, dan ada pula yang menganggap bahwa tattoo itu adalah sebuah perhiasan. Tattoo
sebagai perhiasan? Mungkin agak terdengar aneh bagi kalian khususnya yang masih merasa bahwa Tatto adalah sebuah hal
yang asing, tapi memang begitulah kenyataan yang ada di era sekarang ini. Banyak kalangan yang memiliki argument ini untuk memilih tattoo sebagai perhiasan. Mengapa dikatakan sebagai perhiasan? Tentu, tattoo memiliki nila jual
dan harga yang begitu bervariatif, bukan hanya desainnya saja. Oleh karena
itul tattoo yang bagus adalah tattoo yg
mahal. Lalu,
di luar itu semua, tattoo tidak bisa di curi ataupun hilang, tidak seperti perhiasan lainnya, yang dapat dirampas, dan hilang
begitu saja. Ya jelas, karena perhiasan tattoo ini sudah melekat dikulit
seseorang yang memilikinya.
Selain itu pula, Tattoo yang dikatakan bisa sebagai
perhiasan ini, tentu dapat di tempatkan di bagian tubuh yg di senangi atau di sukai, dan untuk
masalah bentuk gambar tattoo pun bisa disesuaikan dengan keinginan sendiri. Hal ini kemudian menimbulkan sebuah
perspektif baru mengenai Tatto, bahwa dengan Tattolah, seseorang dapat
dibedakan dengan orang lain, karena dengan Tatto, seseorang merasa memiliki
sebuah identitas “pembeda” dengan orang lain.
Semua
tattoo sebenarnya mempunyai nilai makna dan cerita, tetapi ada juga sebagian kalangan yang asal mengasal mentattookan badannya hanya untuk
ajang pamer dan “gaya-gaya’an”, dan itu pun tentu banyak kita jumpai
sekarang ini, yang
pada biasanya,
di akhir
cerita mereka pun menyesal, mengapa memasang tattoo macam itu hanya untuk tujuan seperti itu. “Think before you ink”,
mungkin beberapa dari kalian sering kali membaca ataupun
mendengar kalimat itu, dan kalimat tersebut
memang benar, seharusnya bagi masyarakat Indonesia, khususnya para kaum muda dan remaja yang
masih dalam masa mencari jati dirinya berfikir dahulu
sebelum bertattoo,
yang dari
pada akhirnya hanya akan menjadi
penyesal dan lain lain.(agni)

0 komentar:
Posting Komentar