Diberdayakan oleh Blogger.

Jumat, 23 Mei 2014

Tagged under: , ,

Jathilan, Seni Merakyat yang Hampir Hilang di Telan Zaman




CocoteIndonesia,Yogyakarta - Jathilan atau kuda lumping adalah kesenian Jawa yang terdiri dari penari, pemain gamelan dan pawang. Penari Jathilan menari-nari mengikuti suara gamelan yang dimainkan oleh ‘wiyogo’ dengan properti anyaman ‘gedhek’ yang berbentuk kuda. Kesenian Jathilan merupakan kesenian yang diminati masyarakat khususnya masyarakat desa. Biasanya pentas Jathilan diadakan ketika 'slametan' atau hajatan. Penonton Jathilan sendiri memang banyak. Bisa dikatakan masih banyak peminat Jathilan namun kesenian ini sendiri sudah jarang ditemui. Ironi sekali

Saat ini keberadaan Jathilan sudah terbilang langka karena pembiayaan yang mahal dan juga generasi penerus yang semakin menurun. Selain itu persepsi mengenai kesenian Jathilan yang dianggap syirik juga mempengaruhi keberadaan Jathilan. 

Namun, Paguyuban Kesenian Jathilan Taruno Mudho mempunyai cara untuk melestarikan kesenian yang merakyat ini. PKJ Taruno Mudo dibawah pimpinan Wandi ini merekrut para pemuda desa setempat untuk ambil andil dalam kesenian Jathilan. Tentunya dengan peran serta pemuda desa kesenian Jathilan tersebut dapat bangkit di desa itu meskipun mereka tidak diberikan upah sebagai imbalan tiap kali pentas. Para pemuda diberikan pelatihan gamelan dan menari agar dapat melestarikan kesenian ini. 

Sebenarnya banyak kendala untuk melestarikan kesenian Jathilan. Salah satunya biaya. Butuh biaya banyak dalam sekali pentas Jathilan. Hal inilah yang menyebabkan banyak paguyuban kesenian Jathilan gulung tikar. Selain itu alat gamelan yang tidak dimiliki sendiri juga menjadi kendala tentunya.



Peran pemerintah sangat penting untuk melestarikan kesenian ini. Memang Dinas Kebudayaan dan Pariwisata melakukan pelestarian kesenian ini namun hanya sebatas pemberian dana itupun tidak mencukupi dan tidak diberikan secara rutin. Seharusnya pemerintah mencari cara lain agar kesenian ini dapat kembali lestari sebelum akhirnya Jathilan benar-benar hilang termakan zaman.



Sources foto : Taruno Mudho facebook

1 komentar:

  1. Kesenian memang harus dilestarikan gan, apalagi jangan sampe ke timpa sama budaya populer kaya sekarang2 ini

    BalasHapus