CocoteIndonesia,Yogyakarta - Jathilan atau kuda lumping adalah
kesenian Jawa yang terdiri dari penari, pemain gamelan dan pawang. Penari
Jathilan menari-nari mengikuti suara gamelan yang dimainkan oleh ‘wiyogo’
dengan properti anyaman ‘gedhek’ yang berbentuk kuda. Kesenian Jathilan
merupakan kesenian yang diminati masyarakat khususnya masyarakat desa. Biasanya pentas Jathilan diadakan ketika 'slametan' atau hajatan. Penonton Jathilan sendiri memang banyak. Bisa dikatakan masih banyak peminat Jathilan namun kesenian ini sendiri sudah jarang ditemui. Ironi sekali
Saat ini keberadaan Jathilan sudah terbilang langka karena pembiayaan yang mahal dan juga generasi penerus yang semakin menurun. Selain itu persepsi mengenai kesenian Jathilan yang dianggap syirik juga mempengaruhi keberadaan Jathilan.
Saat ini keberadaan Jathilan sudah terbilang langka karena pembiayaan yang mahal dan juga generasi penerus yang semakin menurun. Selain itu persepsi mengenai kesenian Jathilan yang dianggap syirik juga mempengaruhi keberadaan Jathilan.
Namun, Paguyuban Kesenian Jathilan
Taruno Mudho mempunyai cara untuk melestarikan kesenian yang merakyat ini. PKJ Taruno
Mudo dibawah pimpinan Wandi ini merekrut para pemuda desa setempat untuk ambil
andil dalam kesenian Jathilan. Tentunya dengan peran serta pemuda desa kesenian
Jathilan tersebut dapat bangkit di desa itu meskipun mereka tidak diberikan
upah sebagai imbalan tiap kali pentas. Para pemuda diberikan pelatihan gamelan
dan menari agar dapat melestarikan kesenian ini.
Sebenarnya banyak kendala untuk
melestarikan kesenian Jathilan. Salah satunya biaya. Butuh biaya banyak dalam
sekali pentas Jathilan. Hal inilah yang menyebabkan banyak paguyuban kesenian
Jathilan gulung tikar. Selain itu alat gamelan yang tidak dimiliki sendiri juga
menjadi kendala tentunya.
Peran pemerintah sangat penting
untuk melestarikan kesenian ini. Memang Dinas Kebudayaan dan Pariwisata melakukan
pelestarian kesenian ini namun hanya sebatas pemberian dana itupun tidak
mencukupi dan tidak diberikan secara rutin. Seharusnya pemerintah mencari cara
lain agar kesenian ini dapat kembali lestari sebelum akhirnya Jathilan benar-benar
hilang termakan zaman.
Sources foto : Taruno Mudho facebook




Kesenian memang harus dilestarikan gan, apalagi jangan sampe ke timpa sama budaya populer kaya sekarang2 ini
BalasHapus