Berbicara tentang indonesia, banyak hal yang
bisa kita angkat dari berbagai sisi dan tiap-tiap sudut yang sudah pasti
memiliki cerita dan maknanya masing-masing. Dan untuk kesempatan kali ini kami
menemukan satu fakta unik tentang masyarakat indonesia dikaki langit.
Berbicara mengenai pengamen, sudah pasti semua
orang akan dengan mudah mendeskripsikan pengamen itu seperti apa. Tapi untuk
pengamen yang satu ini yang kita temui di Jl.Malioboro ini jauh berbeda dari
pengamen pada umumnya. Mengapa berbeda? Pengamen yang satu ini orang asli
batam, umur 28th dan akrab dengan panggilan Mas Batam dikalangan sesama
pengamennya. Ia mulai tidak bisa berjalan pada umur 2th karena terserang
penyakit polio yang mengakibatkan ia sampai sekarang harus menggunakan alat
bantu tongkat untuk menunjang kegiatanya sehari-hari.
Ketika ditanya mengapa
lebih memilih menjadi pengamen dengan kondisi yang kurang normal tersebut? Ia
dengan tersenyum menjawab “saya memang mengamen tapi kegiatan ini bukan menjadi
mata pencaharian utama. Jadi saya punya beberapa lagu yang saya cipta sendiri
dan rencana mau buat video klip untuk launching mini album jadi saya sekalian
promosi . jadi sambil menyelam minum air mbak” ujar Mas Batam. Bertanya
mengenai keseharian pengamen yang satu ini dimulai dari pagi menjelang sore
hari ia hanya bersantai dirumah dengan menulis lagu dan istirahat siang. Dan
mulai ngamen jam 16.00-21.00 di seputaran malioboro dan hanya mendapat giliran
mengamen 2 putaran sekitar malioboro, ujarnya. Tapi sering juga diajakin teman
putar-putar, sambungnya kemudian.
Penasaran dengan berapa pendapatan pengamen?
Berdasarkan fakta yang kami dapat, untuk 2kali
putaran maliorboro tiap-tiap pengamen bisa mengantongi pendapatan sebesar
150rb-200rb. Ini lebih dari cukup untuk sekedar bertahan hidup dijogja, ujar
pengamen unik tersebut.
0 komentar:
Posting Komentar