Diberdayakan oleh Blogger.

Sabtu, 24 Mei 2014

Tagged under:

Ayo bergabung bersama kami



CocoteIndonesia, - Selamat sejahtera dan bahagai sebagai sesama saudara setanah air sahabatku. Di blog ini kami menggali banyak opini dari berbagai narasumber yang menurut tim kami menarik, dan berpengalaman. Diluar itu semua, sahabat cocote bisa turut berpartisipasi penuh dalam membuat opini opini ataupun karya tulis yang cakupan dalam pembahasan mengenai negara kita. Mulai dari masalahnya, sampai apresiasinya.

Adapun prosedur pengirimannya adalah sebagai berikut:

1. Buatlah karya anda dalam bentuk soft file word document
2. Sertakan gambar, ilustrasi, foto yang mendukung karya anda
3. Keorisinilan karya menjadi prioritas utama kami, belum pernah di post di media manapun sebelumnya
4. Lalu, kirimkan ke email keredaksian kami di cocoteindonesia@gmail.com
5. Dan follow twitter kami di @cocoteindonesia, lalu mention ke akun twitter kami bahwa anda telah mengirimkan karya anda melalu email kami, serta berikan deskripsi singkat mengenai karya yang anda buat.

Terima kasih atas kerjasamanya sahabat cocote. Mari kita rubah Indonesia untuk bisa menjadi lebih baik lagi melalui kata - kata yang dituangkan dalam coreta - coretan harapan untuk bangsa :).


Best Regards :)
- COCOTE INDONESIA -

Jumat, 23 Mei 2014

Tagged under: , ,

Jathilan, Seni Merakyat yang Hampir Hilang di Telan Zaman




CocoteIndonesia,Yogyakarta - Jathilan atau kuda lumping adalah kesenian Jawa yang terdiri dari penari, pemain gamelan dan pawang. Penari Jathilan menari-nari mengikuti suara gamelan yang dimainkan oleh ‘wiyogo’ dengan properti anyaman ‘gedhek’ yang berbentuk kuda. Kesenian Jathilan merupakan kesenian yang diminati masyarakat khususnya masyarakat desa. Biasanya pentas Jathilan diadakan ketika 'slametan' atau hajatan. Penonton Jathilan sendiri memang banyak. Bisa dikatakan masih banyak peminat Jathilan namun kesenian ini sendiri sudah jarang ditemui. Ironi sekali

Saat ini keberadaan Jathilan sudah terbilang langka karena pembiayaan yang mahal dan juga generasi penerus yang semakin menurun. Selain itu persepsi mengenai kesenian Jathilan yang dianggap syirik juga mempengaruhi keberadaan Jathilan. 

Namun, Paguyuban Kesenian Jathilan Taruno Mudho mempunyai cara untuk melestarikan kesenian yang merakyat ini. PKJ Taruno Mudo dibawah pimpinan Wandi ini merekrut para pemuda desa setempat untuk ambil andil dalam kesenian Jathilan. Tentunya dengan peran serta pemuda desa kesenian Jathilan tersebut dapat bangkit di desa itu meskipun mereka tidak diberikan upah sebagai imbalan tiap kali pentas. Para pemuda diberikan pelatihan gamelan dan menari agar dapat melestarikan kesenian ini. 

Sebenarnya banyak kendala untuk melestarikan kesenian Jathilan. Salah satunya biaya. Butuh biaya banyak dalam sekali pentas Jathilan. Hal inilah yang menyebabkan banyak paguyuban kesenian Jathilan gulung tikar. Selain itu alat gamelan yang tidak dimiliki sendiri juga menjadi kendala tentunya.



Peran pemerintah sangat penting untuk melestarikan kesenian ini. Memang Dinas Kebudayaan dan Pariwisata melakukan pelestarian kesenian ini namun hanya sebatas pemberian dana itupun tidak mencukupi dan tidak diberikan secara rutin. Seharusnya pemerintah mencari cara lain agar kesenian ini dapat kembali lestari sebelum akhirnya Jathilan benar-benar hilang termakan zaman.



Sources foto : Taruno Mudho facebook

Selasa, 20 Mei 2014

Tagged under: , ,

Hei Iblis, Kau Akan Kalah Bersama Majikanmu!


CocoteIndonesia, - Memang negeri ini sudah dibuali berbagai kenyataan yang cukup munafik. Mereka yang dipercaya menusuk rakyatnya dengan wacana yang bodoh. Mereka berniat untuk menciptakan Negara bodoh. Dan salah satu senjata sakti mereka untuk mencapai keinginan jahanam ini adalah sebuah Media. Media menjadi sesosok malaikat yang hadir di tengah kegundahan mereka. Malaikat yang kemudian menjelma menjadi sesosok iblis biadab yang siap membutakan rakyatnya dari kebenaran yang seharusnya mereka saksikan dan dengar.

Ilustrasi


Ya, ini bukanlah curahan dari rakyat yang buta kebenaran. Bukan hanya kegundahan dan kegelisahan mereka yang hanya tinggal di sebuah gubuk tua. Bukan hanya ketakutan mereka yang selalu mengangkat tangan manis mereka di tengah hiruk piku kaum metropolis. Tapi juga mereka yang masih bersih tanpa dosa, yang nantinya akan menjadi saksi kebenaran di era berikutnya, mereka berbicara melalui rahim ibundanya tercinta. “Kami memang dibutakan, kami memang ditulikan, kami memang dibodohi, tapi janganlah turun dari kursi – kursi nyaman yang telah kalian duduki sekarang. Kelak, bukan tangan kami, bukan juga kaki kaki kami, bukan juga teriakan – teriakan kami, yang akan membuat anda membenci kursi itu dan meninggalkannya, tapi hati ini dan semangat merah putih ini lah yang akan menjadi anak panah berlapis idealisme Negara Indonesia yang sebenarnya, yang akan tertancap tepat ditempat duduk itu. Sehingga kalian akan berlari ketakutan mencari perlindungan dari iblis yang kalian dewakan. Namun iblis itu pun sudah terhunus terlebih dulu dari kalian, oleh kami. Kemana lagi kalian akan lari? Kalian hanya perlu lari mencari tempat yang aman, di sebuah jeruji besi berkarat, dengan kondisi gemerlap, tanpa harapan. Berkumpul bersama mereka yang suka mencuri jiwa manusia, memainkan nafsu birahi, serta yang paling dekat dengan kalian adalah mereka yang sering mencuci mulut mereka dengan kertas bergambar pahlawan tanah air Negara ini !.” Sahut mereka penuh dengan semangat para bung – bung jaman tanah kita masih merdeka.

“Tenangkahlah diri kalian sekarang untuk menikmati kursi itu, selagi kami merakit senjata kami di sebuah gubuk – gubuk kecil para warga yang rendah hati. Tenangkanlah para koloni yang kalian miliki, selagi kami menikmati senjata kami yang baru kami perawani. Tenangkanlah para tikus peliharaan kalian, selagi kami masih berjalan memikul kebenaran yang manis ini sebelum menuju singgahsanannya. Tenangkalanlah diri kalian sebelum kalian kami lucuti dan telanjangi di depan para dewa kemiskinan, yang dulu menangis dengan tangisan darah namun sekarang bahagia, tersenyum lebar sampai memperlihatkan giginya, yang nan kan membuat silau dan membuat matamu buta.” Lagi, prakata – prakata manis muncul begitu saja dari suara garuda cilik di negeri ini.

“Ketika itu pula kau mulai tuli dengan sastra – sastra kita yang kalian tak kan bisa kalian mengerti! Ketika itu pula kalian mulai buta dengan melihat cahaya kebenaran yang telah kami bawa! Ketika itu pula kalian membeku merasakan dinginnya jalan pikir kami! Ketikan itu pula kalian mulai terbakar karena kobaran api semangat sang garuda di tanah airnya, sendiri! Ketika itu pula kalian mulai menangis mendengar lantunan kebahagiaan kami yang tak lagi semu!” Gentar seperti gemuruh yang menghujam satu dunia, itulah ungkapan kecil dari kami yang akan menjadi besar.

“Kebenaran memang sedang berjalan menuju singgasananya. Tapi kelak itu akan menjadi bom waktu yang akan menghampirimu dan meledakkan rumahmu, keluargamu, kekayaanmu, kesenanganmu, dan juga kepalamu. Ya, kepala, kepala yang hanya berisi uang uang dan uang. Kalian telah menzalimi mereka, para pahlawan kita yang tergambar di lembaran itu, namun kau telah menjadikannya sebagai senjata menuju kesenangan dan kegilaanmu semata!” lantang dari para nelayan dan petani yang ditinggal mati keluarganya karena sebutir tak Ia dapatkan dari jerih payahnya.

“Seketika itu kau akan menjadi gila, segila – gilanya!” Searaya ku menutup surat hati kecilku untuk Negara ini. (Anonym)
Tagged under: , ,

Orang Indonesia di Kaki Langit

Berbicara tentang indonesia, banyak hal yang bisa kita angkat dari berbagai sisi dan tiap-tiap sudut yang sudah pasti memiliki cerita dan maknanya masing-masing. Dan untuk kesempatan kali ini kami menemukan satu fakta unik tentang masyarakat indonesia dikaki langit. 

Berbicara mengenai pengamen, sudah pasti semua orang akan dengan mudah mendeskripsikan pengamen itu seperti apa. Tapi untuk pengamen yang satu ini yang kita temui di Jl.Malioboro ini jauh berbeda dari pengamen pada umumnya. Mengapa berbeda? Pengamen yang satu ini orang asli batam, umur 28th dan akrab dengan panggilan Mas Batam dikalangan sesama pengamennya. Ia mulai tidak bisa berjalan pada umur 2th karena terserang penyakit polio yang mengakibatkan ia sampai sekarang harus menggunakan alat bantu tongkat untuk menunjang kegiatanya sehari-hari.

Ketika ditanya mengapa lebih memilih menjadi pengamen dengan kondisi yang kurang normal tersebut? Ia dengan tersenyum menjawab “saya memang mengamen tapi kegiatan ini bukan menjadi mata pencaharian utama. Jadi saya punya beberapa lagu yang saya cipta sendiri dan rencana mau buat video klip untuk launching mini album jadi saya sekalian promosi . jadi sambil menyelam minum air mbak” ujar Mas Batam. Bertanya mengenai keseharian pengamen yang satu ini dimulai dari pagi menjelang sore hari ia hanya bersantai dirumah dengan menulis lagu dan istirahat siang. Dan mulai ngamen jam 16.00-21.00 di seputaran malioboro dan hanya mendapat giliran mengamen 2 putaran sekitar malioboro, ujarnya. Tapi sering juga diajakin teman putar-putar, sambungnya kemudian. 

Mas Batam


Penasaran dengan berapa pendapatan pengamen?
Berdasarkan fakta yang kami dapat, untuk 2kali putaran maliorboro tiap-tiap pengamen bisa mengantongi pendapatan sebesar 150rb-200rb. Ini lebih dari cukup untuk sekedar bertahan hidup dijogja, ujar pengamen unik tersebut.

Minggu, 11 Mei 2014

Tagged under: , ,

Budaya Tato : "Think Before You Ink"

CocoteIndonesia, - Tatto, seperti yang kita ketahui adalah “gaya” dalam melukiskan gambar, tulisan, dan sejenisnya yang menjadikan kulit kita sebagai medianya. Di Indonesia tentunya, Negara yang memiliki “sense” sebagai Negara Islam, yang dikarenakan islam di Negara tersebut menjadi sebuah komditi yang populer, sangat menjamur, dan cukup mendominasi. Hal ini menjadikan budaya tattoo menjadi hal yang begitu tabo, khususnya bagi mereka yang memeluk erat ideology agama islam tentunya. Hal ini juga menyebabkan banyak pendapat yang keluar dari banyak pihak juga dalam menanggapi masalah tatto, seperti beberapa anggapan dari kalangan masyarakat bahwa budaya tattoo, atau bertatto itu adalah sebuah dosa.

Ilustrasi


Namun, saya disini tidak akan berbicara soal agama, karna masih begitu banyak perselisihan pendapat menganai hokum halal dan haram nya dari sebuah “budaya tattoo” atau bertatto ini. Oleh karena itu, saya hanya mau mengangkat permasalahan tattoo dalam ruang lingkup di indonesia khususnya. Pada nyatanya, Tattoo di Indonesia sendiri sudah ada dalam kalangan masyarakat yang masih memiliki atau memegang teguh ideologi suatu adat atau masyarakat dari sebuah budaya suatu suku yg ada.

Lalu, pada hakikatnya, orang membuat tattoo tentu pasti ada alasanya. Ada beberapa kalangan yang menganggap bahwa tattoo adalah sebuah simbol, cerita, penggambaran, harapan, doa, sebuah identitas kelompok, dan ada pula yang menganggap bahwa tattoo itu adalah sebuah perhiasan. Tattoo sebagai perhiasan? Mungkin agak terdengar aneh bagi kalian khususnya yang masih merasa bahwa Tatto adalah sebuah hal yang asing, tapi memang begitulah kenyataan yang ada di era sekarang ini. Banyak kalangan yang memiliki argument ini untuk memilih tattoo sebagai perhiasan. Mengapa dikatakan sebagai perhiasan? Tentu, tattoo memiliki nila jual dan harga yang begitu bervariatif, bukan hanya desainnya saja. Oleh karena itul tattoo yang bagus adalah tattoo yg mahal. Lalu, di luar itu semua, tattoo tidak bisa di curi ataupun hilang, tidak seperti perhiasan lainnya, yang dapat dirampas, dan hilang begitu saja. Ya jelas, karena perhiasan tattoo ini sudah melekat dikulit seseorang yang memilikinya.

Selain itu pula, Tattoo yang dikatakan bisa sebagai perhiasan ini, tentu dapat di tempatkan di bagian tubuh yg di senangi atau di sukai, dan untuk masalah bentuk gambar tattoo pun bisa disesuaikan dengan keinginan sendiri. Hal ini kemudian menimbulkan sebuah perspektif baru mengenai Tatto, bahwa dengan Tattolah, seseorang dapat dibedakan dengan orang lain, karena dengan Tatto, seseorang merasa memiliki sebuah identitas “pembeda” dengan orang lain.

Semua tattoo sebenarnya mempunyai nilai makna dan cerita, tetapi ada juga sebagian kalangan yang asal mengasal  mentattookan badannya hanya untuk ajang pamer dan “gaya-gaya’an”, dan itu pun tentu banyak kita jumpai sekarang ini, yang pada biasanya, di akhir cerita mereka pun menyesal, mengapa memasang tattoo macam itu hanya untuk tujuan seperti itu. Think before you ink”, mungkin beberapa dari kalian sering kali membaca ataupun mendengar kalimat itu, dan kalimat tersebut memang benar, seharusnya bagi masyarakat Indonesia, khususnya para kaum muda dan remaja yang masih dalam masa mencari jati dirinya berfikir dahulu sebelum bertattoo, yang dari pada akhirnya hanya akan menjadi penyesal dan lain lain.(agni)

Minggu, 04 Mei 2014

Tagged under: ,

Stop Sexual Abuse in Children!








Yogyakarta, CocoteIndonesia - Pendidikan di Indonesia telah tercoreng namanya karena kasus pelecehan seksual terhadap anak. Sebenarnya bukan hanya siswa TK saja yang rentan terkena pelecehan seksual namun siswa setingkat SD, SMP, SMA pun rentan terkena kasus tersebut. Pelecehan seksual pada anak tidak bias kelas, dari anak-anak orang kelas menengah kebawah sampai menengah keatas juga dapat mengalami pelecehan sosial. Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) mencatat kasus kekerasan terhadap anak terus saja meningkat. Pada 2012—2013 Komnas PA mencatat ada 3.023 kasus pelanggaran hak anak di Indonesia dan 58% atau 1.620 anak menjadi korban kejahatan seksual. Sungguh miris melihat kenyataan tersebut. 
Pelecehan seksual pada anak tentu saja mengakibatkan sebuah trauma psikis yang mendalam. Selain itu berdampak pada perkembangan anak kedepannya nanti seperti self esteem (harga diri) dan kepercayaan diri yang rendah serta anak-anak yang mengalami kekerasan seksual cenderung mengalami hal-hal negatif lainnya seperti bullying dari orang-orang sekitar.

 Sebenarnya konsep seksualitas belum tertanam pada diri anak sehingga ketika seseorang melakukan kekerasan seksual pada anak bisa saja anak tersebut mengira hal itu dibenarkan kemudian melakukan hal sama pada orang lain. Jadi kekerasan seksual pada anak seperti rantai yang tak bisa putus. Terulang lagi karena sang anak pernah mengalami.  Selain itu teknologi informasi yang cepat di era globalisasi ini sangat mempengaruhi anak-anak untuk melakukan kekerasan seksual pada anak yang lain. Pengawasaan orang tua yang kendur juga berpengaruh pada anak.

Untuk memulihkan keadaan psikis anak korban kekerasan seksual maka social support sangat diperlukan. Apalagi support dari keluarga. Selain itu menjelaskan seputar seksualitas pada anak tidak ada salahnya tetapi tentunya dengan bahasa yang mudah dimengerti walaupun penjelasan mengenai seksual ini terkesan sedikit kasar untuk anak-anak.

Kekerasan seksual pada anak harus diberantas. Sistem pendidikan moral harus ditanamkan pada anak sejak dini agar tidak terulang lagi kasus yang sama. Pendidikan di Indonesia yang bobrok juga harus diperbaiki untuk menunjang moral bangsa yang bermartabat. Hentikan kekerasan seksual pada anak!

Narasumber : Safura Intan (Mahasiswa Psikologi UGM)
Tagged under: ,

Aku bukan idiot!



Yogyakarta, CocoteIndonesia - Apa yang anda pikirkan ketika melihat anak tidak normal? Baik dia tidak normal fisik maupun mental?apakah anda merasa jijik atau mungkin merasa bersyukur  dengan keadaan anda sekarang? 

ya, anda patut bersyukur kepada Tuhan karena telah memberikan anda fisik dan pikiran yang normal. Kebanyakan orang memandang aneh ketika melihat orang yang memiliki fisik tidak normal. Kita bahkan sering mengeluh ketika melewati masa sulit dalam kehidupan. Sering kita melupakan bahwa masih banyak orang diluar sana yang memiliki keterbatasan dalam melakukan segala hal, sehingga mereka sangat bergantung pada bantuan orang lain. 

Dalam postingan kali ini tim “COCOTE INDONESIA” akan membahas tentang anak yang menderita tunagrahita, sebelum menjelaskan lebih lanjut alangkah baiknya jika anda mengetahui terlebih dahulu apa itu anak. Anak merupakan anugerah dari Tuhan Yang Maha Kuasa bagi setiap orang tua. Orang tua selalu mengharapkan anaknya terlahir dengan normal tanpa kekurangan fisik maupun mental. Tetapi sekarang ini di Indonesia banyak sekali anak yang terlahir cacat, baik cacat fisik maupun mental. Kali ini kami akan membahas tentang cacat mental yang dialami oleh anak. Cacat mental menurut Agus Wayuno adalah suatu keadaan baik disebabkan oleh faktor intrinsik maupun ekstrinsik, tidak terdapat perkembangan mental yang wajar, biasa dan normal sehingga sebagai akibat ketidakmampuan dalam bidang IPTEK, kemauan, rasa dan penyesuaian sosial.

Sebagai contoh Tunagrahita, masih banyak orang yang belum mengetahui apa itu tunagrahita. Tunagrahita merupakan istilah yang digunakan untuk menyebut anak yang mempunyai kemampuan intelektual dibawah rata-rata disertai dengan ketidakmampuan dalam adaptasi perilaku yang muncul dalam masa perkembangan. Istilah lain untuk siswa (anak) tunagrahita dengan sebutan anak dengan hendaya perkembangan. Diambil dari kata Children with developmental impairment, kata impairment diartikan sebagai hendaya atau penurunan kemampuan atau berkurangnya kemampauan dalam segi kekuatan, nilai, kualitas, dan kuantitas.
Dalam hal ini orang tua sangat berperan penting dalam upaya pengasuhan anak tunagrahita. Bagaimana cara orang tua memperlakukan dan mengambil sikap, metode-metode pengasuhan seperti apa yang seharusnya diterapkan. Terutama metode untuk menangani gejolak emosi anak tunagrahita. Contoh kasus yang kami amati di sebuah keluarga yang memiliki anak tunagrahita berumur 14 tahun bernama Fajar. Anak ini memiliki bola mata yang besar dan mulutnya melongo. Kami mengamati ketika Fajar sedang diajarkan suatu hal oleh ibunya. Ibunya harus mengajarkan hal tersebut berkali-kali sampai Fajar mengerti. Tetapi masih saja cara kerjanya dan hasilnya tidak sempurna. 

Anak tunagrahita mengalami keterbatasan dalam berhubungan dengan orang lain, mereka juga tidak dapat mengurus, memelihara dan memimpin diri sendiri. Pada waktu masih kanak-kanak mereka harus dibantu terus menerus. Anak tunagrahita juga masih membutuhkan bantuan orang lain dalam melakukan kegiatan seharihari. Misalnya disuapi makanan, dipasangkan dan ditanggali pakaian dan sebagainya. Bahkan ketika bermain dengan anak-anak yang lain harus diawasi. Mereka yang menderita tunagrahita biasanya bermain dengan anak-anak yang lebih muda daripadanya, karena mereka tidak bisa bersaing dengan teman sebayanya. Setelah dewasa mereka juga bergantung pada bantuan orang lain. Kondisi tersebut mengakibatkan anak tunagrahita mendapat label tertentu dari masyarakat. Biasanya masyarakat memberi label anak gila, anak stress, anak bodoh dan lain-lain. 

Dengan keadaan seperti itu mereka biasanya menjadi korban ejekan karena memiliki wajah yang khas dan memiliki keterbatasan kemampuan. Bahkan mereka bisa dikira orang gila saat berada didalam keramaian. Ketika anak tunagrahita berada di dalam keramaian pasti semua orang akan memandangnya sebelah mata, misal saja jika mereka ditawari pasti mereka juga tidak mau dilahirkan didunia ini dengan keadaan tidak normal. Meskipun begitu, anak tunagrahita juga memiliki sisi kelebihan. Fajar misalnya, dia memiliki kepercayaan diri yang tinggi. Dia suka menari-nari didepan orang banyak, dan dia pun mudah kenal dengan orang yang baru ia temui. Hal ini harus kita sadari karena meskipun mereka seperti itu, mereka juga merupakan Warga Negara Indonesia yang patut dilindungi. Mereka juga patut di akui menjadi warga Negara yang baik karena sangat kecil kemungkinan bahwa mereka akan merugikan Negara.
.
Sumber Referensi :
- Casmini, Op. Cit, hal 67
- Sri Rumuni, Pengetahuan Subnormalitas Mental, (Yogyakarta, FIP-IKIP, 1980) hal 3
- Somantri, hal 65-193
- American Heritage Dictionary,1982: 644; Maslim.R.,2000:119 dalam Delphie: 2006 :hal 113

Senin, 28 April 2014

Tagged under: ,

Budaya? ya Harus Selalu Dijaga!

Yogyakarta, CocoteIndonesia -  Indonesia adalah Negara yang kaya akan budaya terbentang dari sabang sampai merauke. Tidak di ragukan lagi Indonesia sebagai Negara yang kaya akan budaya memiliki daerah, agama, Suku bangsa yang berbeda, dan tentunya Indonesia memiliki budaya yang memiliki ciri khas setiap daerahnya dimana salah satunya adalah daerah istimewa Yogyakarta. Yang merupakan daerah istimewa yang memiliki berbagai macam budaya, adat, dan kebiasaan kebiasaan tertentu, dan tentunya tidak ada di daerah Indonesia yang lainnya. Daerah istimewa Jogjakarta memiliki berbagaimacam budaya, dari kesenian contohnya tarian, seni rupa, seni musik dan yang lainnya. DIYogyakarta sendiri juga memiliki berbagai macam adat dan tradisi, upacara adat adalah salah satu kebudayaan yang terus selalu dijaga dan sampai saat ini masih sering dilakukan oleh masyarakan Jogja dari bahasa daerahnya sendiri, Jogja merupakan pusat bahasa dan sastra jawa. 

Bapak Ambari, seorang tukang becak di Yogyakarta


“Tentu saja kebudayaan yang sangat kami banggakan ini harus selalu dijaga dan terus dilestarikan agar anak cucu kita kelak bisa merasakan bagaimana indahnya kebudayaan yang ada di Jogja dan harus ada banyak pihak yang harus turut berperan dalam melestarikan budaya di Jogja ini’’ tutur bapak Ambari. Demi melestarikan dan membuat budaya tersebut tetap hidup di jaman era globalisasi seperti saat ini teknologi informasi sangat diperlukan untuk bidang kebudayaan, kenapa? Karena informasi itu sendiri bisa berbagi dalam Negara sendiri maupun Negara luar. Dengan adanya ini semua, budaya yang ada pada setiap daerah bangsa dan Negara tetap bisa dijaga dan tidak adanya penyelewengan Negara lain yang mengaku-ngaku suatu budaya Negara lain sebagai budaya negaranya sendiri sejak nenek moyang jaman dahulu.


Jumat, 25 April 2014

Tagged under: ,

Pendidikan, Menanam Benih Inspirasi Untuk Bangsa


Cocote Indonesia - Pendidikan, ya pendidikan. Bukan lah sebuah hal yang asing di telinga, maupun dipikiran kita. Saya menulis tulisan ini, mengerti setiap kata dan rangkaian kalimat di tulisan ini, itu semua karena pendidikan. 

Tentu jelas, di umur Negara Indonesia yang sudah berkepala 6 ini bila dihidupi tanpa pendidikan, rasanya begitu mustahil dan fiksi. Dia, bisa bertahan sejauh ini karena dia juga memiliki pendidikan sebagai nyawanya. Seperti yang kita ketahui dengan sangat jelas pula, di pelajaran sejarah khususnya, di awal gembar – gembornya masalah penjajahan, perang dunia, dan semacamnya, disitulah mulai lahir dan menjadi cetak awal sejarah pendidikan di Indonesia, seperti kisah Ki Hajar Dewantara, salah satunya.


                Menoleh dari itu semua, pendidikan telah menjadi jantung yang terus berdetak seiring Negara ini bernafas, menjalani kehidupannya, melangkah menuju Negara Maju di Dunia. Oleh karenanya sebagai jantung kehidupan Negara Indonesia, harus senantiasa dijaga kesehatannya, untuk tetap berfungsi dengan baik, memompa dengan baik, dan menjadi organ yang tak akan rusak nantinya.

                Namun, tujuan utama dalam sebuah pendidikan, bukanlah sekedar mendidik anak bangsa, para penerus bangsa untuk tahu huruf, angka, dan hal – hal kecil lainnya. Itu terlalu implisit menurut saya. Mari kita lihat pendidikan dari belakang kulitnya yang selama ini mungkin tertutup bagi kalian, atau mungkin saya sendiri. Pendidikan lahir tentu dari sesosok penggagas, tak lahir begitu saja, tak muncul seketika, dan juga tak turun dari langit layaknya hujan yak tak pernah kita sambut kedatangannya. Penggagas – penggagas ini lah para pemeran utama sekaligus dalang dalam permainan pendidikan di Indonesia ini, seperti para guru, para pengajar, dan sekutu – sekutunya.

                Oleh karena itulah, tujuan utama terlahirnya di Indonesia adalah untuk menciptakan sebuah “Inspirasi”. Mereka para kuli pendidikan, actor pendidikan, memberikan sebuah pengajaran, ilmu, wawasan, pengetahuan, sastra, dan segala hal bukan hanya untuk asupan didikan anak bangsa, melainkan untuk menjadi penyebar virus inspirasi kepada mereka. Anies baswedan, seorang akademisi, seorang aktivis, seorang yang berjiwa muda dengan karakteristiknya yang mulai menua, yang juga turut menjadi penggasa Gerakan Indonesia Mengajar ini juga memiliki perspektif pendidikan bukanlah hanya menjadi alat untuk mencerdaskan bangsa, namun menjadi tonggak utama sebagai inspirasi pendidikan, yang harapannya, para peserta didik bangsa akan turut menjajaki, menjalani, para pemberi inspirasi itu, untuk melanjutkan diri menjadi sosok penyebar inspirasi berikutnya. Sehingga, hal ini menjadi sebuah kerja nyata, tidak, ini akan menjadi mimpi yang nyata bagi bangsa Indonesia. Sebuah inovasi yang cerdas dalam menilai sebuah estetika dalam dunia pendidikan.

                Lihat, jika andalah salah satu para pengajar muda yang datang ke sebuah pelosok negeri garuda ini, dan memberikan sejuta ilmu serta wawasan kepada mereka, apa yang akan mereka pikirkan terhadap anda?. Walau kita tak dapat menebak pasti dengan survey yang sudah tersebar bahkan, tak akan ada jawaban yang seratus persen sama, tentu berbeda. Namun, setidaknya, saya, atau anda pun akan turut yakin, bahwa akan ada peserta didik yang akan berpikir, bahwa pendidikan adalah hal yang penting yang harus tetap dilestarikan untuk bangsa ini. Mungkin contoh kecilnya, dari sepuluh peserta didik, ada yang menunjuk nunjuk kepada anda, dan dia mengatakan, “aku ingin menjadi sepertimu, mengajari kami sejuta ilmu, memberi kami sejuta wawasan, lalu didiklah kami, agar kami bisa menjadi sepertimu, dan meneruskan jejakmu untuk anak cucu kami”.

                Bayangkan kawan. Indonesia bukan lagi menjadi Negara kaya akan budaya, wisata, sumber daya alam bahkan hal lainnya, Indonesia  akan menjadi Negara kaya akan pendidikan. Bahkan, sebisa mungkin, dan memang seharunysa, Negara dengan pendidikan terbaik seperti Firlandia, akan tergeser kedudukannya dengan Indonesia. Namun, ini dilihat kembali, dari bagaimana menciptakan point of view dari sebuah pendidikan kepada Negara ini Menanamkan bagaimana pentingnya sebuah pendidikan bagi anak – anak bangsa ini. Dan yang paling terpenting pula, merubah system pendidikan di Indonesia ini melalui tangan – tangan serta pemikir – pemikir yang memang berkompeten, dan menjiwai pendidikan itu sendiri, yang tak hanya tau menau, bahkan sok tau dalam hal pendidikan. Sehingga hal ini pula yang dapat mengiritkan, menciutkan dompet Negara dengan hal – hal yang memang tak perlu dilakukan untuk menjunjung pendidikan, seperti studi banding ke Negara lain dengan hasil yang nihil, atau lainnya. Kita harus berpikir cerdas untuk Indonesia yang lebih cerdas. (Nash)

Kamis, 24 April 2014

Tagged under: ,

Ini Harapan Kami!





Yogyakarta, CocoteIndonesia - Presiden bukan hanya sebagai pemimpin sebuah negara. Presiden juga sebagai panutan rakyatnya. Selain itu presiden mengambil andil yang besar untuk mensejahterakan rakyatnya. Selain Suparmin,  berikut ini adalah untaian-untaian kata yang berisi harapan rakyat kecil untuk seorang presiden terpilih nanti.



Tukang becak, tukang parkir, anak-anak sekolah serta pedagang tersebut menyuarakan harapan mereka melalui coretan-coretan kami. Mereka mengungkapkan dalam kata-kata yang berbeda. Mereka mengungkapkan dengan ekspresi yang tak sama. Tapi hanya satu kriteria pemimpin yang mereka harapkan yaitu pemimpin yang dapat membuat negara ini maju. Maju dalam hal apa? Tentu saja perekonomian, pendidikan, dan aspek kehidupan lain yang menyangkut negara beserta rakyatnya. Negara bersatu, bukan malah menjual pulau-pulau untuk kepentingan pribadi. Selain itu mereka menginginkan pemimpin yang bersih. Bebas dari korupsi. Rakyat kecil sudah terlalu muak dengan korupsi yang merenggut hak-hak mereka. Pemimpin yang pro rakyat sangat dibutuhkan saat ini!

Rakyat kecil hanya bisa berharap. Nasib mereka ada di tangan sang presiden yang mereka percaya. Dengan harapan mereka yang begitu besar pada presiden terpilih nanti, apakah sang presiden akan pro terhadap rakyat atau hanya memupuk kekayaan mereka sendiri? Tentu saja kuncinya ada di dalam diri sang presiden.
Salam CocoteIndonesia!

Sabtu, 19 April 2014

Tagged under: ,

Indonesia dulu dan sekarang?


 



Yogyakarta, CocoteIndonesia – Indonesia banyak sekali mengukir perbedaan di jaman yang makin maju atas intelektualitas dari bangsanya sendiri. Dari zaman hitam putih sampai dengan tahun kuda politik di 2014 ini tentunya. Ukiran yang menjadi perbedaan bisa dilihat dari berbagai dimensi kehidupan yang ada. Dimensi inilah yang juga turut mempengaruhi perkembangan rakyat sang garuda yang konon sudah sedari Bung Karno memproklamasikan untuk kemerdekaan Negerinya.
Sudut pandang dalam menilai sejarah pun tertuang dari berbagai opini, bahasa, kata – kata, untaian kalimat, tuturan yang berbeda – beda pula. Sudut pandang inilah yang juga menjadi acuan perbedaan dari tahun ke tahun, dari Negeri Indonesia yang masih dalam tahap perkembangan sampai tahap perkembangan yang hanya naik sekian persen. Mungkin, masih butuh berpuluh – puluh tahun untuk mencapai kategori atau nominasi Negara Maju itu. Butuh berjuta – juta pula kesan yang dapat dibentuk untuk menjadikan Indonesia Negara Maju. Maka akan tercipta, milyaran kata – kata, serta ungkapan terhadap perubahan yang menjulang tinggi untuk Indonesia Raya itu.
Seperti halnya yang diungkapkan Pak Parmaji, seorang yang berpenampilan cukup trendy yang tetap menampakkan usianya yang sudah makin menua. Parmaji mengukir kalimat yang menjadi perbedaan antara Indonesia yang sekarang dengan Indonesia di zaman Soeharto dan Soekarno menggenggamnya. Berikut adalah video yang dapat mewakili tulisan kami dan opini dari Bapak Parmaji.


Rabu, 16 April 2014

Tagged under: ,

Seperti apa Presiden Idaman Indonesia ?

COCOTE INDONESIA - Indonesia baru saja melaksanakan pemilu atau pemilihan umum pada tanggal 9 april 2014 lalu. Banyak kader yang mencalonkan sebagai anggota Legislatif di Indonesia, sehingga rakyat bingung siapa yang harus mereka pilih. 
Pada tanggal 9 Juli 2014 nanti Indonesia juga memiliki jadwal untuk pemilihan presiden. Presiden baru diharapkan bisa membawa Indonesia menjadi negara yang maju dan sejahtera. Hal yang sangat penting untuk kemajuan Indonesia, ini membuat kami penasaran akan harapan - harapan rakyat. Seperti apakah pemimpin atau presiden idaman rakyat Indonesia ? 
Senin, 14 april 2009 kami tim "Cocote Indonesia" melakukan wawancara kepada seorang tukang becak yang berada di kawasan Malioboro Yogyakarta, Pak Suparmin namanya. Kami bertanya mengenai pemilu yang di laksanakan 9 april lalu dan harapannya untuk presiden yang nantinya akan terpilih itu seperti apa. Beliau menjelaskan bahwa ia belum tau siapa saja yang mencalonkan menjadi Presiden, tapi beliau tetap menginginkan pemimpin yang baik dan bersih. Artinya Pak Suparmin ini menginginkan Presiden RI yang nantinya bisa mengerti bagaimana posisi rakyat kecil dan juga tidak ada kasus korupsi yang merugikan banyak pihak.
Pak Suparmin juga menyampaikan keluhan yang beliau rasakan ditempat ia tinggal yaitu didaerah Bantul yang jaraknya 20 km dari Malioboro. Beliau menjelaskan bahwa didaerah tempat tinggalnya tersebut gas LPG dan minyak tanah sudah semakin mahal dan langka. Hal ini sangat memberatkan rakyat kecil karena gas LPG atau minyak tanah merupakan kebutuhan pokok setiap rakyat. Tidak hanya itu saja beliau juga menjelaskan bahwa gas LPG di daerahnya tersebut datangnya hanya beberapa bulan sekali, padahal gas LPG 3kg itu hanya bisa digunakan maksimal 2-3 minggu.
Diakhir wawancara Pak Suparmin berharap semoga pemimpin yang menjadi Presiden nanti bisa menjadikan rakyat sejahtera, sembako murah, Indonesia aman, dan pendidikan sekolah yang maju, bersih dari korupsi.

Tidak hanya Pak Suparmin, tetapi kita semua pasti berharap memiliki seorang pemimpin yang memiliki dampak positif bagi kemajuan Indonesia tercinta.
Salam cocote Indonesia :)

Kamis, 20 Maret 2014

Tagged under:

Apa Kata Mereka Tentang Indonesia?



Seorang Petani yang sedang memikirkan masa depan negeri sang garuda ini. Mau dibawa kemana?

COCOTE INDONESIA - Indonesia, merupakan negara kesatuan yang diintegrasikan oleh berbagai budaya, agama, ras, suku, dan hal - hal lain yang tak jauh dari garis imajiner sosial kehidupan manusia. Kemajukan serta keberagaman ini menuai berbagai kontroversi menarik dan juga mencemaskan bangsa. Keperbentukan Negara Sang Maestro Soekarno ini tak hanya bisa dilihat dari segi fisik Negara yang telah menyatukan berpuluh - puluh pulau untuk menjadi satu. Namun, perlu dilihat dari segi psikologis bangsa ini.

Nilai psikologis bangsa sangatlah mempengaruhi kesehatan Bangsa itu sendiri. Bila tak teratasi penyakit - penyakit psikologis, akan semakin melebar kepada penyakit fisik. Pelebaran penyakit yang tak kian bisa terobati ini menjadi satu faktor yang berindikasi merah, sangat berbahaya, yang mampu menumbangkan bangsa seketika. Entah kapan, dan dengan apa.

Cocote Indonesia adalah sebuah blog dengan isi konten kumpulan coretan - coretan bangsa Ini. Coretan - coretan tersebut bukanlah sekedar opini - opini penulis dan pencipta blog cocote, namun opini berasal dari 'cocote' rakyat - rakyat Bangsa sang pengikut arah Pancasila ini. Bahkan, bukan sekedar rakyat biasa, yang bergelimpang harta, tahta, dan kedudukan politik, yang hidup dalam skala hedonis kaum metropolis, tetapi dari mereka yang berototkan kritis, berkeringatkan semangat, yang terus bersua untuk negeri ini, walau mereka berkutat di dunia bawah Negeri yang semakin hari semakin Ironi ini.